Here is when I write: And there's no one there to catch me...
Who am I kidding?
[39:53] Proclaim: "O My servants who exceeded the limits, never despair of God's mercy. For God forgives all sins. He is the Forgiver, Most Merciful."
In truth all of us are sinners, and it is only from Allah’s mercy upon us that He is "As-Sitteer" - the One who veils our faults and our flaws, and makes us seem better than we really are in others’ eyes...
Sometimes, people can go missing right before your very eyes. Sometimes, people discover you, even though they’ve been looking at you the entire time. Sometimes, we loose sight of ourselves when we’re not paying enough attention.



**Quoted from a comment in the article cited above:
Alhamdulillah, marilah kita mengambil hikmah, iktibar dan pengajaran dari musibah yang berlaku baru-baru ini. Semoga kita mendapat yang terbaik darinya. Amin.
Apakan peranan kita sebagai seorang ibu? Patutkah kita menyalahkan diri kita sendiri? Kajilah sikap diri kita terhadap anak-anak.
Apakan kasih saying yang kita berikan untuk anak-anak itu ikhlas kerana Allah?
Atau kita mengharapkan balasan yang berupa kebendaan bila mereka dewasa nanti!
Apakan kita memberikan pendidikan yang seimbang kepada anak-anak?
Atau kita mementingkan pendidikan akedemik dari pendidikan rohani!
Apakah kita mendidik anak-anak untuk mengenal Allah?
Atau kita medidik mereka untuk lupakanNya degan kesibukan dunia!
Apakah kita bertanggung jawab mendidik anak-anak kerana Allah akan menanya kita di akhirat kelak?
Atau kita serahkan kepada pembantu, guru-guru dan yang lain!
Apakah kita memberi perhatian apabila mereka berbicara kepada kita?
Atau kita tidak mengindahkan mereka dengan kata-kata pergi tanya ayah sebab ibu sibuk ni!
Apakan kita menanamkan keimanan dalam hati anak-anak?
Atau kita menanam kemungkaran sehingga mereka menolak fitrah!
Apakan kita meluangkan waktu untuk bermain-main dengan anak-anak?
Atau kita menyuruh mereka pergi bermain dengan video game yang bertemakan keganasan!
Apakah kita meyedarkan anak-anak dengan dasar-dasar akhlak yang mulia?
Atau kita serahkan kepada TV untuk menerap dasar-dasar yang tidak bermoral!
Apakah kita mengamalkan berdoa untuk anak-anak?
Atau kita lalai atau kurang berdoa untuk mereka!
Apakah kita memberi motivasi atau dorongan yang positif kepada anak-anak?
Atau kita menakutkan mereka dengan kekerasan dan paksaan!
Apakah kita menegur anak-anak dengan penuh kasih saying?
Atau dengan mengeluarkan kata-kata kasar dan makian!
Apakan kita membersihkan hati anak-anak kita daripada sifat yang keji?
Atau kita kotorinya dengan sifat-sifat yang keji!
Apakah kita menunjukkan penampilan diri yang bersesuaian dangan syarak kepada anak-anak?
Atau kita berpakaian seksi dihadapan mereka!
Apakah kita menanam rasa cinta dan takut kepada Allah dan cinta akhirat dalam hati anak-anak?
Atau kita tanam dengan sifat remeh cintakan dunia yang tidak mempunyai nilai apa-apa!
Kajilah diri sendiri dan buatlah perubahan sikap kerana anak-anak akan mencerminkan pribadi kita nanti…
“No one of you (truly) believes until he loves for his brother what he loves for himself.”
(narrated by: Al-Bukhari and Muslim)
Do you love your Creator? Love your fellow-beings first.
(Prophet Muhammad)