Sunday, December 27, 2009

Kejutan

"Kehidupan di dunia tidak akan seronok andai tiada kesukaran. Kerana kesukaranlah yang mengajar kita untuk tetap bersyukur dan terus bergantung harap pada yang Esa."

Baru mendapat berita kematian (lagi) seorang Muslim, ayah kepada salah seorang bekas rakan serumahku saat usai solat asar tadi. Terkesima sebentar lalu hati tidak henti-henti mengucapkan innalillah dan astaghfirullah.

Terasa seperti ujian yang sedang ku lalui terlalu kecil, amat amat minute jika hendak dibandingkan dengan apa yang rakanku itu sedang lalui kini.

Terbayang dirinya yang terkapai-kapai tanpa kehadiran seorang wali kelak dihari pernikahannya, tanpa seorang pemberi semangat ketika menjelang hari peperiksaannya nanti, nyatanya tanpa tempat mengadu dan bermanja sepanjang hidupnya di masa hadapan.

Secara jujur, tidak tahu apa yang hendak diucapkan padanya. Jika ucap takziah semakin sedihkah dia? Jika memberi kata-kata semangat marahkah dia kerana tidak memahami situasinya?

Maka, yang mampu diberikan dengan setulus ikhlas adalah sebuah doa agar Allah memberinya kekuatan untuk meneruskan kehidupan, agar Allah memberinya petunjuk untuk menjadi Muslim yang lebih baik kerana kematian itu tiada warning signs, agar kesukaran dan ujian ini mengajar dia untuk tetap bersyukur dan terus bergantung harap pada yang Esa.

May Allah ease your pain and give you peace of mind, my friend. I love you.

Saturday, December 26, 2009

H1431 - Titik Perubahan Kita InsyaAllah!

A bit late I might say, but better late than never. Shift your paradigm and change your life for paradise, insyaAllah. Ameen.



Merantai itu bukan rantai itu tapi fikirannya.

Akhir perjalanan kita adalah di syurga, insyaAllah, dan kita akan jumpa orang-orang yang hebat. Rasulullah, Abu Bakr, Aishah.. Syurga hanya menerima orang-orang yang hebat masuk kedalamnya. Sekiranya kita tak hebat, apa pilihan yang kita ada? Tak layak ke syurga, ke nerakalah pilihan kedua.

Maka, kita tiada pilihan melainkan kita mesti menjadi manusia yang hebat.

Allah menjadikan manusia sebaik-baik kejadian. Sempena tahun baru ini, kejayaan terbesar kita adalah apabila kita berjaya mengenal di manakah keistimewaan dan potensi kita.

95:4 - Sesungguhnya kami telah jadikan manusia dengan sebaik baik kejadian.

A new start

“No one can go back and change a bad beginning but everyone can make a new start and create a successful ending."

Learning to let go. Jadilah Muslim yang bermanfaat pada ummah!

“Manusia hidup adalah mereka yang memberikan banyak manfaat kepada manusia yang lain. Sekiranya hidup kita tiada sebarang perubahan dan kemajuan serta tidak memberikan manfaat kepada orang lain, kita tidak ubah seperti mereka yang mati sebelum masanya.”

Berubahlah untuk mengubah!

- Mengambil inspirasi seorang sahabat -


Thursday, December 24, 2009

Coincidental?

"Hey Shawn, it's such a coincidence to bum into you here!"

"Well, methinks it must be the weather!"

Ever heard of the usual conversation like the above? It seems like there is nothing wrong with it at first glance but going in depth of the meaning behind it, as a Muslim, it goes against the very core of our Aqidah. Because we believe that in this world there is no coincidence, only what have been preordained by Allah.

Jadi, jika semuanya sudah berada dalam pengetahuan Allah Yang Maha Adil lagi Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk kita, why in the world should we waste our time worrying about it?!

Tapi jangan salah faham tau, sudah semestinya kita wajib berusaha sebab usaha itu adalah sunatullah dalam melayakkan diri kita mendapat pertolonganNya, pahala dariNya dan yang paling best redhaNya.

So, I believe that Allah really knew that I needed to hear this song to enlighten my scarred soul because it suddenly popped out from my MP3 player when I ignited the car at the most accurate moment. It was no mere coincidence. Thank you Allah! I love You. =)

Moga kita semua menuju Husnul Khatimah, kematian yang baik insyaAllah.

Hari esok nan melambai
Mentari kan terbit lagi
Semua itu tidak kekal
Kan binasa akhirnya

Indahnya alam semesta
Hingga terasa di hati
Yang hidup akan punah
Yang mula ada akhirnya

Oh indah ciptaanNya
Yang ada sementara
Semuanya akan sirna
Yang kekal hanyalah Allah

Telah Dia tentukan
Usia makhluk semua
Yang hidup akan mati
Tiada yang abadi

Hari esok nan melambai
Mentari kan terbit lagi
Semua itu tidak kekal
Kan binasa akhirnya

Kawan tak selamanya
Kasih demikian jua
Bahagia ada batasnya
Suka duka silih berganti

Esok entahkan ada
Terbitkah mentari pagi
Yang pasti kita semua
Menunggu saat binasa
Menunggu ajalkan tiba
Menanti ketentuanNya

Saturday, December 19, 2009

Thank You Allah


MusicPlaylist

"I was so far from you.. Yet to me you were always so close.. I wandered lost in the dark.. I closed my eyes toward the signs.. You put in my way.. I walked everyday.. Further and further away from you.."


Hati terasa syahdu melihat alam sambil mendengar lagu Maher Zain 'Thank You Allah' terngiang-ngiang di telinga. Rasa tak rugi buat decision nak beli iPod Nano 2 minggu yang lalu (thank you Abah belanja separuh harga! Hehe.) di PC Fair, hampir 5 G digunakan untuk upload ceramah ustaz-ustaz saja, 1G lagu dan masih berbaki 2 G. Tapi tak tau nak letak ape dah! Eh, macam mana boleh melencong pasal iPod pulak ni?

Aci tak kalau nak switch to english? Haha.

I went jogging around Lake Titiwangsa actually just now. Don't know why I suddenly felt the urge to jog. Maybe because I had a huge lunch in the afternoon (kenduri di kampung) and then while we were travelling back to KL from Kuantan, it was pure hibernation in deep sleep for me in the car. Pity dad had to drive alone cause everyone else was in dreamland almost the whole distance. Right, I'm diverting from the real issue again. Sorry. =P

"I never thought about.. All the things you have given to me.. I never thanked you once.. I was too proud.. To see the truth.. And prostrate to you.. Until I took the first step.. And that's when you opened the doors for me.. Now Allah, I realized what I was missing.. By being far from you.."

The skies were clear but gloomy, the trees were dancing to a secret sad melody only they know and the birds swaying around the middle of the lake, round and round and round. It was like I was suck into their world, submerging myself into the soul of the earth, feeling their heartaches as if they were my own.

To see mankind sink deep into a world of despair and corruption. To see mankind, forget their true purpose in life and live so acutely buried in their own selfishness.

And remembering that once, once upon a time, I was part of the atrocity. Lost in a jungle of lust and anger. Thinking that life was only about getting what I want. That death is the end of it, so why not live life to the fullest?

"Allah, I wanna thank you.. I wanna thank you for all the things that you've done.. You've done for me through all my years I've been lost.. You guided me from all the ways that were wrong.. Indeed you gave me hope.. "

It was as if a candle was lit up in the middle of dark night. A voice calling you softly to walk towards the light. Nudging you, waking you up from your slumber. Telling you that there is more to life. Then, when you have illuminated your candle and you have felt how utterly blissful it is to live in the light of the truth.. the obligation and the burden of responsibilty dawned upon you that now it's you who have to go out and light up other people's candles too.

No matter how hard it is, not matter how far the path of truth takes you away from all the things that you desire. You have to. You just have to. Because at this point, your desires goes beyond what is merely in this mortal life, what you really want will only be given to you in the eternal life but only if you go on, giving, spreading, loving, fighting, guiding, helping other people to get to the light too. And ultimately the only reason you can give is.. if you don't, who else will?

"I wanna thank you for bringing me home.."

"He begged forgiveness from his Lord and fell down prone, prostrating, and repented. So We forgave him for that and he has nearness to Us and a good Homecoming."
(Surah Sad: 21-25)


"..those who convey Allah's Message and fear Him and do not anyone but Allah. Allah suffices as a Reckoner."
(Surat al-Ahzab: 39)


Friday, December 18, 2009

Believe

You have to believe that whatever Allah puts you through is the best for you. Best means there is nothing better.
Even if you feel like the world is crushing down on you, believe!
Believe that He knows what is best for you. BELIEVE.
And you shall be at peace.

InsyaAllah.


If you ask me about love
And what I know about it
My answer would be
It’s everything about Allah
The pure love, to our souls

The Creator of you and me
The heaven and whole universe
The One that made us whole and free
The guardian of His true believers

So when the time is hard
There’s no way to turn
As He promise He will always be there
To bless us with His love and His mercy
Cause, as He promise He will always be there

He’s always watching us, guiding us
And He knows what’s in all in our heart
So when you lose your way
To Allah you should turn
As He promise He will always be there

He'd bring us out from the darkness into the light
Subhanallah, praise belongs to You for everything
Shouldn’t never feel afraid of anything
As long as we follow His guidance all the way
Through the short time we have in this life
Soon it'll all be over
And we’ll be in His heaven and we’ll all be fine

So when the time gets hard
There’s no way to turn
As He promise He will always be there
To bless us with His love and His mercy
Cause, as He promise He will always be there
He’s always watching us, guiding us
And He knows what’s in all in our heart
So when you lose your way
To Allah you should turn


Monday, December 14, 2009

Ajal: Sudah cukupkah amal?

Apabila Allah menyeru "Kun Fa Ya Kun", you have no power to stop it...

Pagi itu saya mendapati mereka sungguh teruja merancang untuk ke walimah ukhti itu pada hari Sabtu. Saya tumpang gembira. Tengah hari, mereka mengkhabarkan berita tidak terduga itu. Pengantin lelaki dan keluarganya kemalangan! Kami terdiam dan berdoa dalam hati. Moga pengantin dan keluarganya selamat...

Sambil memandu mereka ke destinasi yang lain, kami bertukar-tukar cerita. Berita tengah hari itu tetap menjadi topik utama. Tiba-tiba mendapat khabar baru, pengantin sudah kembali ke rahmatullah. Hening. Hati saya bagai direnggut seribu rasa. Subhanallah, kematian itu benar datang dengan tiba-tiba dan tanpa diduga. Saat mendengar khabar kemalangan daripada pengantin perempuan, kami semua tidak terbayangkan kemalangan yang begitu dahsyat.

Mereka mula menimbangkan bagaimana mahu menziarahi pengantin yang juga merupakan teman serumah mereka sedang saya baru menjemput mereka beramai-ramai membantu program tajmi' kami. Lalu seorang ukhti berbicara dengan penuh ketenangan, "Kita teruskan saja. Andai kita pula mati nanti, ada adik-adik ini yang bakal menyambung tugas kita". Masya Allah! Luhur sungguh hati ukhti yang baru saya temui dua-tiga kali ini. Malah bantuan yang mereka semua hulurkan itu sememangnya begitu bermakna dan mengesankan adik-adik. Hanya Allah yang dapat membalas pengorbanan mereka semua. Lalu di pagi Sabtu itu mereka bergegas ke rumah ukhti pengantin di utara.

Saya terfikir, begitu besar ujian yang diberi Allah kepada ukhti pengantin. Tentu saja selayaknya dengan iman yang besar juga yang Allah lebih mengetahui dimiliki oleh ukhti itu. Lalu bagaimana dengan saya? Belum tentu cukup kuat untuk menghadapi ujian sehebat itu. Subhanallah. Moga ketabahan ukhti mengharungi ujian ini nanti bakal menginspirasikan yang lainnya pula. Teringat bagaimana kisah Ummu Sulaym yang kehilangan anaknya...dan betapa teguh pendiriannya. Betapa hebat beliau menyantuni Abu Talhah walau besar terasa kesedihan atas pemergian anak kesayangan. Semoga pemergian Akh pengantin di bawah redha Allah juga dan diampuni segala dosanya juga kedua ibu bapanya.

Sedih melihat laporan media yang ternyata menggunakan cara yang salah untuk membuatkan cerita itu lebih menyayat hati. Tentunya mereka ialah orang-orang yang memilih untuk membina segitiga cinta, dengan Allah di puncak tertingginya. Mereka memilih untuk cinta yang halal, cinta hanya selepas aqad dilafazkan.

Peristiwa yang tentunya mengandungi seribu hikmah daripada Allah. Sebagai pengajaran bagi yang hidup, bukanlah berkahwin itu yang menjadi faktor kematian. Atau memandu kereta berwarna merah. Tetapi peringatan bahawa kematian itu pasti datang bila-bila, yang muda atau yang tua. Di jalan raya atau di kompleks membeli belah atau di mana saja yang dikehenadi Allah. Yang pasti, tanya pada diri.... sudah bersediakah kita?

Lalu bagi mereka yang masih terlekat dan terikat dengan dunia, harus diingatkan. Dunia ini hanyalah medan ujian, destinasi pasti dan kekal abadi kita selepas ini adalah akhirat. Lantas, apa yang telah kita persiapkan di dunia ini untuk memilih tempat terbaik di akhirat nanti? Oh, kematian itu misteri buat kita. Tidak tahu bila. Tapi yang pasti, KEMATIAN SEMAKIN DEKAT. Persis bom masa yang semakin rancak berdetik akan meletup.

Lihatlah dunia dengan pandangan tembus ke akhirat!

Taken from (click): The Eternal Garden

Sunday, December 13, 2009

Bahagia


Kebahagiaan kita tidak terletak pada harta, tidak pada penampilan diri, tidak juga pada gemerlap perhiasaan dan keindahan dunia. Ukuran kebahagiaan terkait erat pada hati dan ruh manusia yang mendamba ridha Tuhannya.
-Hassan Al Banna-

Bingkisan Hati Nurani.

Too many things going on in my life right now. Although I don't think those closest to me notice it much. Saja tak nak menyusahkan sesiapa. Hehe. But I guess when you keep it all bottled up to long, it causes you mental blocakage and emotional disturbances. Mainan perasaan sungguh!

***

Berita kematian datang silih berganti. Terasa macam Allah nak tarbiyah sesuatu yang berharga. Agaknya mungkin ajal saya dah makin dekat? Kalau ya, nak minta maaf awal-awal dekat pengunjung blog ni sebab selalu TAK menunaikan hak anda. Maybe korang datang sini mencari-cari sinar petunjuk di kala kabutnya hati tapi entah apa-apa je dapat.

***

Hebatnya akh tu. Moga Allah tempatkan dirinya dan ibu bapanya dikalangan mereka yang beriman dan beramal soleh, insyaAllah. Dengan kesibukan menguruskan kehidupan diri dan bertandangnya sanak saudara, masih tenang menerima amanah dakwah tanpa sedikit rungutan pun. Malu pada diri sendiri, lagi malu dekat Allah, apa je saya dah buat untuk kelangsungan jalan D&T ini? Nak present apa lah kat Allah nanti bila dah mati? Malu! =(

***

Akhlak saya perlukan improvement. Sangat-sangat susah nak betulkan akhlak, apatah lagi nak maintain akhlak yang baik. Selalu je tertipu dengan agenda barat yang selalu mewar-warkan tentang "attitude". Kononnya kalau kita appear in control and confident, we will earn the respect we are entitled to. Tapi Rasulullah sentiasa merendahkan dirinya bila berada bersama sahabat-sahabatnya, sedangkan Baginda tu Rasulullah! Rasulullah tau tak?! Tak berlagak pun. Saya yang entah apa-apa ni nak berlagak pulak.

Hari tu ada orang tegur, kata pergi program situ sini, tapi akhlak macam hampeh! Terus speechless. Tapi memang betul pun. Astagfirullah. Saya ni sebenarnya nak menegakkan point saya ke nak menegakkan point yang benar? Antara ego dan kebenaran, jangan tertipu dengan Encik SYAITAN!

***

My academic issues are putting an emotional burden on me. Causing my steps to be a bit sluggish. Gerak kerja macam tersekat-sekat. Selalu rasa tak mampu buat itu dan ini. Betullah kata akak S, pada hakikatnya bukan kemampuan kita tu yang tak hebat tapi mainan perasaan kita yang menyebabkan kita RASA tak mampu padahal sebenarnya kita mampu. Bukankah Allah dah janji Dia akan provide jalan keluar buat mereka yang bertaqwa?

***

Tapi susah betul la nak focus! Buat sikit benda ni terfikir benda tu, buat sikit benda tu terfikir benda ni. Waaaa. Ya Allah, grant me will power and concentration. Ya Allah, berkatilah waktu dan seluruh kehidupanku.

***

Pergantungan total hanya padaNya.
Harus yakin, Qiam pengubat jiwa.
Moga terus diberi kekuatan olehNya.
Ameen Ya Rabb Al-Amin.

Friday, December 11, 2009

Open Your Eyes

Look around yourselves
Can't you see this wonder
Spread infront of you
The clouds floating by
The skies are clear and blue
Planets in their orbits
The moon and the sun
Such perfect harmony

Let's start questioning ourselves
Isn't this proof enough for us
Or are we so blind
To push it all aside?
No

We just have to
Open our eyes, our hearts, and minds
If we just look right to see the signs
We can't keep hiding from the truth
And let it take us by surprise


Protect us in the best way
Allah
Guide us every single day Allah
Keep us close to You
Until the end of time

Look inside yourselves
Such a perfect order
Hiding in yourselves
Running in your veins
What about anger love and pain
And all the things you're feeling
Can you touch them with your hand?
So are they really there?

Lets start questioning ourselves
Isn't this proof enough for us?
Or are we so blind
To push it all aside?
No

When a baby's born
So helpless and weak
And you're watching him growing
So why deny what's in front of your eyes
The biggest miracle of life

Allah
You created everything
We belong to You
Ya Rabb we raise our hands
Forever we thank You
الحمد الله

Wednesday, December 09, 2009

Aku memilih jalan ini.

"Jangan terkejut jika satu hari nanti mad'u kita pula menjadi murabbi kita.. Tapi itulah yang kita mahu, supaya orang yang kita bina menjadi lebih hebat daripada kita agar dengan itu Islam akan menang!" - memetik kata-kata seorang akak, tapi kata-katanya dah diubah suai sikit. Hehe.

Nah, sajak di bawah membuktikan bahawa kata akak itu benar dan nyatalah, sesungguhnya Islam itu mampu mengubah seorang manusia biasa menjadi insan yang luarbiasa. Subhannallah.

To my little sis, you have written from the purest of your heart and it has transcend my soul. Sepertinya awak menulis apa yang terbuku di hati akak juga. Galur hidup kita dan gaya fikiran kita hampir sama. Wahai adikku, moga terus tsabat dan laju berlari! =)

*****************

KERANA AKU MEMILIH

dahulu,
hidupku kosong.
gelap.
dead end.
apabila mengenal tarbiyah,
sedikit demi sedikit ada lubang cahaya.
nafas baru untuk hidup.
kerana itu aku memilih tarbiyah.

dahulu,
hidupku penuh dendam.
kesumat yang likat.
sangkaku, itulah matlamat hidup.
untuk membayar apa yg telah kuterima.
apabila mengenal tarbiyah,
aku kenal matlamat yg lebih jauh,
2:30
51:56
dendam kian terhakis,
sesak dadaku hilang,
bahagia datang,
kadang kala nostalgia menghinggap,
namun, bicara Allah memadam sedikit demi sedikit,
dan kerana itu aku memilih tarbiyah.

dahulu,
aku rasa wang itu segalanya,
aku marah tidak mendapat apa yang aku hajati,
geram.
bencikan kekurangan.
hati penuh noda.
apabila aku mengenal tarbiyah,
hatiku disucikan.
lapisan demi lapisan.
noda menipis.
setelah digosok dengan kekayaan dan kekurangan adalah milik Allah.
disabun dengan wang, pangkat, nama, harta adalah propaganda Yahudi.
diberus dengan hidupkanlah Islam dalam dirimu.
dilunturkan karat jahiliyah.
dilembutkan dengan pelembut mardhatillah.
dan kerana itu aku memilih tarbiyah.

dahulu,
fesyen itu ku sangka cantik.
yang mampu menarik perhatian manusia.
yang mempesonakan setiap gadis.
apabila mengenal tarbiyah,
perhatian manusia bukan lagi apa yang dikejar.
perhatian Dia yang didamba.
menghiasi diri dengan pakaian taqwa.
mengindahkan kamar dengan bicara zikrullah.
menghadirkan cinta hakiki memenuhi segenap penjuru.
dan kerana itu aku memilih tarbiyah.

dahulu,
aku begitu mengagungkan buku2 bahasa asing.
aku rasakan bergaya.
penuh style.
perlu dibaca.
ilmu penuh didada.
merasa hebat.lebih pandai daripada orang lain.
apabila aku mengenal tarbiyah,
betapa aku merasakan tanah mereka adalah tanah airku
AQ kitab teragung penuh mukjizat
buku-buku sahabat merupakan pembangkit jiwa.
buku-buku syuhada' menghidupkan roh.
buku-buku mujaddid meniupkan jihad agung.
dan kerana itu aku memilih tarbiyah.

dahulu,
bila berkumpul, bergosip,
bila bertemu, mengumpat,
bila bercakap, lagha.
apabila mengenal tarbiyah,
berkumpulnya kami, menyatukan hati.
bertemunya kami, memantapkan akidah.
pabila berbicara, hanya Allah subjek utama.
dan kerana itu aku memilih tarbiyah.

kini,
banyak rasa yang belum terjumpa.
mencari-cari sinar.
mengejar syurga.
berlari2 untuk syahid.
mampukah aku menjadi hamba celupan Allah?
adakah insan yg penuh berdosa ini diterima amalnya?
kerana cinta,
aku mahu dipayungi tarbiyah..

-Azna-

Sunday, December 06, 2009

I Love You Fillah!

Rasulullah SAW bersabda maksudnya: “Barangsiapa yang menjalin persaudaraan kerana Allah maka Allah akan meninggikan darjatnya di dalam syurga, tidak condong suatu apapun dalam amalannya”.

Berkata Abu Idris Al Khaulani kepada Muaz bin Jabal:
“Sesungguhnya aku mencintai anda kerana Allah”.

Maka Muaz berkata:
“Sampaikanlah berita gembira dan bergembiralah. Sesungguhnya aku telah mendengar daripada Rasulullah SAW bersabda: “Suatu kelompok manusia kelak akan memperoleh kursi di sekitar Arsy pada hari kiamat, wajah mereka bagaikan bulan purnama pada malam lailatul qadar, waktu itu manusia terkejut padahal mereka tidak merasa terkejut, dan manusia takut padahal mereka tidak merasa takut, mereka itu adalah Auliya Allah yang tidak pernah takut terhadap mereka (musuh-musuh Allah) dan tidak pernah merasa khuatir”. Kemudian aku bertanya: “Siapakah mereka itu ya Rasulullah ?” Baginda menjawab: “Mereka adalah yang berkasih sayang kerana Allah”.

(Riwayat Ahmad dan Hakim)

Thursday, December 03, 2009

Finding the light again.. =)

The Hijab Martyr (click): Justice is served. May Allah rest her soul in peace and amongst the Mukmineens. I would like to meet you someday, in paradise insyaAllah.



Every time you feel like you cannot go on
You feel so lost
And that you're so alone
All you is see is night
And darkness all around
You feel so helpless
You can't see which way to go
Don't despair and never loose hope
Cause Allah is always by your side

Insha Allah x3
Insya Allah you'll find your way

Every time you can make one more mistake
You feel you can't repent
And that its way too late
You're so confused, wrong decisions you have made
Haunt your mind and your heart is full of shame

Don't despair and never loose hope
Cause Allah is always by your side
Insha Allah x3
Insya Allah you'll find your way
Insha Allah x3
Insya Allah you'll find your way

Turn to Allah
He's never far away
Put your trust in Him
Raise your hands and pray

O Allah,
Guide my steps don't let me go astray
You're the only one that showed me the way

Showed me the way x3
Insha Allah x3
Insya Allah we'll find the way


Allah Knows

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang beriman, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka." At-Taubah [9 : 111]

Tadi berpeluang duduk lutut bertemu lutut dengan adik-beradik akhawati saya yang saya kasihi kerana Allah. Tak semua orang dapat datang hari ni. Tapi dengan kekurangan ahli tu pun.. tak tau kenapa rasa syahdu sangat perjumpaan tadi.

Minggu ni memang sangat banyak ujian yang Allah beri. Malunya nak cerita sebab bila teringat Bilal yang dihempapkan batu ke atas dadanya tapi masih tetap dengan "Ahad!"nya, bila teringatkan Rasulullah yang dibaling batu ketika di Taif sedangkan ketika itu usia baginda sudah agak lanjut, bila teringatkan Siti Khadijah yang menginfaqkan seluruh jiwa, raga dan hartanya untuk membantu suaminya menegakkan Ad-Deen Ul-Haq semata-mata kerana yakin itulah jalan menuju redhaNya... rasa macam tak layak nak complain dekat Allah itu dan ini. Rasa macam jadi hamba yang tak bersyukut dan kufur nikmat! Astagfirullah.

Tapi sesungguhnya, Allah memang Maha Mengetahui. Setiap butir bicara mereka yang hadir tadi seolah-olah menusuk kalbu, membelai hati, mengusik jiwa lalu meniupkan semula semangat itu kembali. Tiba-tiba rasa macam special sangat. Sebab Allah masih memilih untuk berjual beli dengan saya.

Ya, Allah.. dalam banyaknya dosa-dosaku dan tenggelamnya aku dalam jahiliyahku, Kau masih memberi aku merasai nikmatnya Iman itu. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah.

Jual beli apa? Diri dan harta!

Menyerahkan seluruh jiwa dan raga supaya nanti dapat meraih syurga Allah dan yang lebih berharga dari itu, redha Allah.

Penyiksaan itu seiring dengan pengorbanan jiwa. Allah sudah semestinya tahu betapa peritnya hati kita, betapa susahnya berdepan dengan arus duniawi yang sangat-sangat meruntun semangat juang kita. Tapi disitulah letaknya erti sebenar pengorbanan. Sejauh mana kita sanggup berkorban untuk Allah? Sejauh mana kita sanggup meletakkan suruhan Allah itu melebihi keinginan diri kita sendiri walaupun diri kita yang terkorban?

Masa.. Jiwa... Akal... Harta... Nyawa...

Allah akan terus uji dan uji dan uji. Sehingga pengorbanan kita itu setimpal dengan kemenangan yang akan dijanjikan kelak, be it kesenangan di dunia ataupun syurga di akhirat kelak.

Pada ketika itu dan hanya pada ketika itulah kita layak menutut kemengan itu daripadaNya!

Wednesday, December 02, 2009

Satu kisah dahulu

Manisnya tarbiyah ini, sukar diungkapkan buat mereka yang tidak pernah melalui dan memahami. Moga Allah buka hati kalian juga suatu hari nanti, agar kita layak bertemu dan bertamu di syurga kelak.

-Arifah-


*********************


salam,

alhamdulillah. saya kembali lagi…

Alhamdulillah hari ini adalah hari terakhir aku di wad surgery/pembedahan setelah 4 bulan bertarung di dalamnya..

Terkadang aku tertanya pada diriku sendiri..

Does it worth to sacrifice my time and energy for this work?

Korbankan program , follow up adik-adik, spend masa dengan mereka dan sebagainya. Selalu sedih sebab tak dapat hadiri usrah sendiri lantaran terpaksa kerja di hujung minggu. ( On call weekend setiap 3 minggu). Dan bila balik kerja penat, nak tidur sahaja.. tentu tak dapat nak buat begitu bila ada banyak perkara perlu dilaksanakan waktu malam.. bila tidur lewat, selalu sangat penat time kerja, dan banyak kali saya tertidur time kerja sebab terlalu letih.

Antara perkara yang paling saya rindui adalah mempunyai masa tertentu saya untuk membaca buku yang tentu dapat memalingkan hati saya semula kepada landasan al-haq selepas seharian terpaksa berurusan dengan manusia yang tidak mentauhidkan Allah.

Terkadang sedih rasanya sebab tak mampu nak mengiklankan agama Allah ini kepada teman sekerjaku apatah lagi pesakit yang kutemui. Cukuplah pakaian dan akhlakku menjadi tonjolan peribadiku. Namun tentu kita semua tahu, orang takkan tahu pasal Islam jika kita kunci mulut kita selama-lamanya. Sedangkan Rasulullah yang memiliki akhlak Al-Amin terpaksa membuka mulut beliau menyampaikan risalah Islam, apatah lagi kita. Kerana Islam perlu didakwahkan, bukan sekadar ditonjolkan pada peribadi.

Terkadang malu juga nak ceritakan kehidupan sebenar saya yang amat struggle ini. Tapi saya tahu, korang tahu yang saya ini manusia biasa yang memang tak mampu jadi perfect. Namun menjadi manusia biasa ini menjadikan kita ini equal, dan saya rasa gembira bile adik2 saya semuanya sedar yang saya ini manusia biasa sahaja…

‘ok kak, sekarang ini saya dah jadi murabbi akak, so better akak tinggalkan benda tu ok?’

Nak tergelak bila borak dengan seorang adikku ini. Dah dua orang adik claim nak jadi murabbi saya. Dan mereka itulah anak binaan saya sendiri. Betullah orang terdahulu pernah mengatakan pada saya..

‘ Jangan terkejut bila anak usrah awak sendiri akan mengusrahkan awak satu masa nanti..’

Dan saya tak terkejut, malah rasa bersyukur dan bangga dengan mereka. Alhamdulillah, dengan merekalah saya dapat istiqamah dan istimrar dengan Islam ini walaupun terpaksa melalui lautan jahiliyah yang pekat saban hari…

( itulah, walaupun saya terpaksa deal benda2 duniawi kat hospital, tapi alhamdulillah, Allah selalu buat otak saya terfikirkan agenda-agenda dakwah time kerja. So kalau selalu down je, terus ingat balik kenapalah kena bekerja ini..- walaupun banyak kali fikir nak berhenti… WA!!!!!!!!!!!!!kan best kalau dapat buat dakwah jer!! Astaghfirulah… tapi kalau buat dakwah je, takdelah kita akan jadi manusia luar biasakan? )

Kerana itulah aim kita dalam mentarbiyah manusia : untuk menjadikan mereka lebih baik dari diri kita sendiri. Memang sangat kasihan juga adik2 saya selalu dikenakan bagai nak separuh mati kadang-kadang, walaupun tak semua dapat dos yang sama kerana kefahaman mereka berbeza-beza. Alhamdulillah, Allah kurniakan taufiq buat mereka untuk jadi permata buat dakwah dan Islam. Tentu melihat mereka menjadikan aku sering tersenyum kegembiraan apabila aku melihat ramainya manusia yang lahir dari rahim tarbiyah ini muassir-muassir ( manusia yang memberi kesan pada orang lain) yang menjadi magnet bagi manusia lain.

Setelah lama di atas jalan dakwah ini juga, aku juga belajar bahawa, kita mungkin tidak akan selamanya memperolehi kemanisan mengenal Islam dan tarbiyah sewaktu kita mula-mula mengenalnya dahulu...

Walaupun dahulu jarak aku dengan murabbi dan teman seusrahku amat jauh, dan kami cuma berjumpa sebulan sekali dalam usrah, tapi aku masih ingat tatkala Allah masih mengurniakan aku peluang untuk mendengar juga tausiyah di balik corong telefon sambil menitiskan air mata..

Entah kenapa, setiap kali aku seorang sahaja yang tak berada di hadapan ustaz ataupun naqibah untuk mendengar taujih secara berdepan itu, tentu aku akan rasa amat syahdu dan sedih. Sedih kerana tak dapat nak mendapat pahala menatap wajah orang yang mengajariku tentang Islam. Sedih kerana aku amat merasai cahaya Islam itu menerebos relung jiwaku, namun di sekelilingku tiada siapa dapat aku pegang dan peluk tubuhnya, merasai indahnya Islam… ( dan tentu time sesi qadhaya tak dapat nak join sebab semua orang cakap at the same time, lepas tu lost siapa yang sedang bercakap, sebab saya sorang je on the phone. Paling sedih tak dapat nak tanya soalan direct kat ustaz…)

Namun Alhamdulillah. Mungkin kerana kepayahan itulah menjadikan tarbiyah yang kulalui itu amat manis dan amat kuhargai. Aku masih ingat aku pernah juga buat kerja gi** yang tak pernah dibuat orang. ( walaupun difikirkan logik je nak buat semua benda tu.)

Hari itu hari Jumaat. Pagi itu aku baru tahu ada sesi pengisian dengan ustaz di Leeds. Sabtu itu memang aku plan nak menziarahi adik2 aku di Notts ( yang kini sudah berada di Malaysia dan sedang beramai-ramai walimah- alhamdulillah). Tiket sudah dibeli ke Notts.Sepatutnya memang ada liqa bersama ahli-ahli usrahku di situ pada hujung minggu itu. ( boleh bayangkan tak betapa jauhnya kami from each other?)

Tapi memandangkan keinginan yang membuak-buak untuk ke Leeds, aku mengambil keputusan untuk bergerak juga ke Leeds menaiki bas keseorangan dari Dundee ( 7 jam).

Aku tak tahu apa daya penarik aku di tika itu?

Sebab nak kawan ke?

Sebab rasa bosan duduk di Dundee ke apa?

Aku masih ingat lagi di tika itu waktu aku sampai, agak lewat juga, alhamdulillah, ustaz baru je mula membentangkan Muntalaq bab 1 dan 2. Aku amat ingat setiap bait patah katanya di waktu itu walaupun tiadanya pen dan kertas di saat itu.Sebab aku memang tak tahu ustaz nak bentangkan apa dan di waktu itu memang kuliah umum yang ramai adik2 datang.

Tapi di waktu itulah aku amat sangat merasai..

manisnya berada di bawah basahan siraman tarbiyah. Bacaan ayat per ayat dalam muntalaq itu cukup membuat aku menangis dan menginsafi setiap dosaku… ( ceh… cam skema plak… tapi memang rasa cam insaflah.. pernah tak rasa insaf? Seolah-olah rasa hati tiba-tiba bersih dan cahaya mula terasa di hati….)..

kalaulah kerana kawan, memang aku sangat happy jumpa ramai adik2 leeds saat itu ( nawwar insyirah , little moon,cik mala, roza,dina dan koca takde lagi kot masa ini), tapi ramai yang kene pulang awal saat itu. Dan aku tak sempat nak berbual dengan teman seusrah aku pun di saat itu.

tapi bukan kerana itu pun…

tapi memang sebab kita sangat faham, kerana tarbiyah itulah makanan dan nyawa kita….

( saya datang program itu untuk 2 jam sahaja)

Malamnya itu terus bergerak ke Notts bersama naqibah aku yang hadiri juga program itu. Bila aku sudah menjadi doktor ini, aku amat mengkagumi dirinya yang merupakan pakar Obs and Gynae , tapi mampu juga hadiri program seperti itu. Dia menghantarku ke rumah adik DFku pada pukul hampir 2 am. Esoknya itu aku berjalan-jalan dengan adik DFku dan keesokannya aku dan teman seusrahku berkumpul bersama naqibahku bersama liqa usbui’ kami sebelum aku pulang semula ke kampung halamanku pada hari ahad itu……

Kenapa saya cerita perkara ini pada kamu semua?

Kerana ia berlaku pada 4 tahun lepas. Dan selepas itu, sudah tidak saya rasa lagi perkara itu. Merasai manisnya jirusan iman itu bila kita berkobar-kobar mahu mendapatkannya..

Kerana sudah tidak ada siapa yang mahu memberi lagi pada kita bersungguh-sungguh seperti mana dahulunya orang beria-ia mengajak kita..

Sebab kita sudah menjadi qiyadah/pemimpin/murabbi teratas di tempat kita..dan tiada yang dapat menjaga diri kita melainkan diri kita sendiri..

Di situlah letaknya ketsabatan sebuah kefahaman.

Kita takkan faham selagi kita tak diuji.

Kita bukan sekadar diuji dari sudut mad’u kita, ataupun diuji dari pihak orang ramai ( mahupun mak ayah kita) kerana dakwah yang kita bawa..

kita akan diuji dari sudut tarbiyah kita sendiri..

Kerana semakin tinggi tingkatan seseorang dalam tarbiyah, semakin banyak tanggungjawab yang mereka ada, dan semakin sibuk diri mereka. Kita tak boleh menyalahkan sesiapa kerana setiap seorang ada sisi dakwah yang amat besar disumbangkan..

Kerana itulah orang yang berpengalaman dalam dakwah mengajar kita,

semakin tinggi marhalah seseorang dalam tarbiyah, semakin tinggi tarbiyah dzatiyahnya, dan semakin kuranglah tarbiyah jamiyah ( usrah , daurah dan sebagainya).

Kenapa saya cerita perkara ini pada kamu semua?

kerana kebanyakan dari kamu baru mengenal tarbiyah dan manisnya menanggalkan jahiliyah dan memakai pakaian Islam ini.

Terkadang peluang terbentang di hadapan kamu untuk menghirup hidayah itu sepuas-puasnya, tapi kita terkadang kita terlepas pandang peluang yang terbentang di hadapan kita itu.. ( walaupun saya tahu kamu tidak berbuat demikian).

Kerana peluang itu mungkin datang sekali sahaja..

Sekali sahaja…

Sebab saya tahu, adik2 generasi seterusnya dah tak buat dah perkara sebegitu. Travel lebih 5-6 jam untuk dengar pengisian sejam dua, lepas tu pulang semula ke tempat asal sebab ada kelas esok harinya.

Bila tarbiyah dah senang, kuranglah penghargaan dan kuranglah pengorbanan. Hasilnya, akan terhasillah kefahaman yang di atas permukaan sahaja ( surface) dan kuranglah keberkatan yang ada..

kerana setiap jihad yang kita lakukan untuk mendapat ilmu itu mengandungi keberkatan yang tak terkira..

Kerana berbeza orang yang travel 5-6 jam untuk dengar pengisian daripada 30 minit sahaja perjalanan dia.. kefahaman yang dia dapat tentu berbeza.. apatah lagi keberkatan ilmunya.. ( kita tahu kisah imam syafiie dan bukhari yang travel beribu kilometer untuk kumpul sebuah hadis pun kan?)

Dan disitulah juga saya melihat dengan anehnya bagaimana ramai orang terdahulu mampu tsabat walaupun mereka teruji dengan ujian tarbiyah ini…

Namun saya tahu, disitulah kunci segala kejayaan yang ada… Keikhlasan…

Imam Hasan al Banna mengatakan, “Ikhlas itu kunci keberhasilan.”

Menurut Al-Banna, para salafushalih tidak menang kecuali karena kekuatan iman, kebersihan hati dan keikhlasan mereka.

“Bila kalian sudah memiliki tiga karakter tersebut, maka ketika engkau berpikir, Allah akan mengilhamimu petunjuk dan bimbingan. Jika engkau beramal, maka Allah akan mendukungmu dengan kemampuan dan keberhasilan…”

‘Tapi bila ada di antara kalian yang hatinya sakit, cita-citanya lumpuh, diselimuti oleh motif sikap ego (tanda tidak ikhlas), masa lalunya pun penuh masalah, maka keluarkan ia dari barisanmu! Karena orang seperti itulah yang akan menghalangi rahmat dan taufik Allah. “ (Al-Awai’q, Muhammad Ahmad Rasyid)

Maka bila peluang tarbiyah itu datang, grablah ia sepenuh jiwa kamu..

Kerana kamu akan sampai di satu saat, dimana kamu akan berada di tempat saya.

Dan sentiasa merindui saat itu..

saat detik pertama merasai manisnya tarbiyah itu..

PS: saya cerita ini nak kasi kamu motivasi dan aware apa yang berlaku pada ramainya orang. Setiap ujian yang Allah berikan buat kita adalah untuk meneguhkan kita dan untuk kebaikan kita juga sebenarnya. Dan kita semua tahu, setiap kesusahan tu pasti ada kemudahan.. DAn kesusahan sementara yang kita dapat inilah akan memudahkan perjalanan kita seterusnya insyaallah.

moga kita semua tsabat dan teguh di jalan ini,

wassalam

muharikah (click for direct link)

Usaha, doa dan tawakkal

"Katanya dia ingin masa untuk berfikir," jelasku pada abah.

"Benda macam ni, kita hanya boleh doa dan tawakkal pada Allah," abah memberi jawapan ringkas.

Doa dan tawakkal. Bagi saya, perkara yang senang untuk diungkapkan, tapi amat susah untuk merasai and menyakini kebenarannya. Masakan dengan hanya berkata-kata, sesuatu masaalah itu boleh dirungkaikan?

Tapi disitulah letaknya penyerahan diri secara total kepada Qada' dan Qadar Allah. Yakinnya kita pada apa yang sudah tertulis dalam KalamNya.

Jadi, bagaimana pula dengan usaha? Kita tidak perlu usahalah maknanya kan?

Jauh sekali begitu yang dimaksudkan. Secara sunatullah, seharusnya kita yakin bahawa usaha tiada kaitan dengan natijah. Namun, usaha itulah yang mendatangkan pahala untuk kita dan melayakkkan diri kita untuk mendapat pertolonganNya.

Usaha yang sebenar-benar usaha itulah yang akan membuahkan tawakkal yang dicari. Belum cukup usaha, pasti kita akan rasa seperti tiada berguna tawakkal yang ada.

Maka, berusahalah, berdoalah dan bertawakkallah. Jangan tinggalkan salah satu seolah-olah kita menolak hakikat sunatullah itu sendiri!

Wallahu'alam.

Diciptakan

Maafkan diri ini yang selalu menyakiti hati,
Maafkan diri ini yang terlalu banyak kelemahan,
Maafkan diri ini yang tidak mampu membuktikan pada saat ini,
Apakah benar segala kata yang pernah diucapkan,
Memang tidak layak menagih.

Seolah-olah masa yang berlalu kini bagai satu kepura-puraan,
Meniti galur kasih yang kian sepi,
Salah diri yang tidak tahu menjaga hati,
Membiarkan badai hitam membawa diri berlalu pergi.

Maruah diri seorang mukmin letaknya pada iman,
Bukan pada pangkat, harta dan rawan.

Tahu, tahu semua itu,
Tapi mengapa sangat sukar menggapai hakikat keimanan itu?
Masih ada waktukah untuk kita memutarkan kembali?
Agar diri layak meraih redha Ilahi.

Pengorbanan.. hakikat cinta sebenar yang hakiki.
Kepercayaan.. atas satu ikatan yang suci.
Hanya padaMu aku berserah diri.
Ya Rabbi!

Bila kau memandang segalanya dari Tuhanmu, yang menciptakan segalanya, yang menimpakan ujian, yang menjadikan sakit hatimu, yang membuatkan keinginanmu terhalang serta menyusahkan hidupmu, pasti akan damailah hatimu kerana masakan Allah segaja mentakdrikan segalanya untuk sesuatu yang sia-sia. Bukan Allah tidak tahu deritanya hidupmu, retaknya hatimu tapi mungkin itulah yang Dia mahukan kerana Dia tahu hati yang sebeginilah selalunya lebih lunak dan mudah untuk akrab dan dekat denganNya..

Tuesday, December 01, 2009

Please.

Hati saya tengah sakit.
O Allah, please help me get through this.

Apabila Allah mentakdirkan kita untuk terjebak dalam jalan ini.. Dia menjanjikan seribu macam ujian, halangan, duka.. Dia menuntut air mata yang tumpah keranaNya, Dia menuntut pengorbanan yang dilakukan kerana jalanNya. Dia menyedarkan kita tentang kepentingan risalah yang melebihi segala apa pun dalam dunia ini.. Dia mahu kita meletakkan Dia di tempat teratas, yang lainnya kedua, ketiga, keempat..


Saya macam fail lagi jek,
nak letak Allah di tempat teratas semalam.

Haiyooo~

Monday, November 30, 2009

Baitul Muslim


Hmm.. rasa dakwah sangat-sangat memerlukan kepada Baitul Muslim dua indivdu yang betul-betul faham... bukan dua individu yang betul-betul mahu.

Sejauh mana kita betul-betul memahami hakikat keimanan?

Mari, teruskan mujahadah mencari erti hidup sebagai hambaNya!

Saturday, November 28, 2009

Khilaf Diri

Daei juga manusia.
Manusia yang berhati dan perasaan.
Manusia yang lemah dan bernafsu.
Manusia yang ada sifat amarah.
Manusia yang setiap masa dihasut syaitan.

Ampunkan kekhilafan diri ini.
Aku hanya insan biasa.
Aku lemah..
='(



Friday, November 27, 2009

Aku Hamba

Salam AidilAdha kepada semua saudara-saudara seiman yang saya kasihi. Cantiknya susunan Allah, malam semalam saya mentadabbur Surah Al-Saffat, dan menemui kisah ini. Maka saya ingin menuliskannya untuk kawan-kawan yang tidak sempat menatapnya sendiri.

“Dan Ibrahim berkata, ‘Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku.’ ” (Al-Saffat : ayat 99)

“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang soleh.” (Al-Saffat: ayat 100)

“Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.” (Al-Saffat: ayat 101)

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur yang sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: ‘Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahawa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!’, Dia menjawab ‘Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, inshaAllah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.’ “ (Al-Saffat: ayat 102)

“Tatkala kedua-duanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas di atas tengkuk(nya), (nyatalah kesabaran kedua-duanya)” (Al-Saffat: ayat 103)

“Dan Kami panggillah dia: ‘Wahai Ibrahim, ” (Al-Saffat: ayat 104)

“Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Al-Saffat: ayat 105)

“Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.” (Al-Saffat: ayat 106)

“Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (Al-Saffat: ayat 107)

“Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian.” (Al-Saffat: ayat 108)

“iaitu: ‘Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim’ ” (Al-Saffat: ayat 109)

“Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Al-Saffat : ayat 110)

“Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.” (Al-Saffat: ayat 111)

Inilah kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, Allah ceritakan untuk kita ‘orang-orang yang datang kemudian’. Begitu benarnya dan tulusnya ucapan-ucapan dari bibir mereka, hingga Allah mengabadikan dialog perbualan antara mereka berdua di dalam Al-Quran untuk kita pelajari dan selami. Memetik kata-kata Nabi Ismail yang masih muda, yang Allah mengiyakannya sebagai ‘anak yang amat sabar’, mempamerkan keimanan setanding ayahnya..

‘..Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, inshaAllah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.’ (Apalah pula agaknya nilai kata-kata yang keluar dari bibir kita? Recording in progress by Rokib & Atid..)

Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail membuktikan penyerahan diri yang penuh kepada Allah SWT. Seseorang yang menyerahkan dan menundukkan jiwanya, jasadnya, hartanya, hidupnya dan segala-gala yang dimiliki untuk Allah, itulah dia seorang Muslim. Telah nampak hakikat kehambaan yang sejati dalam kisah ini. Bahawa sang hamba tidak ada pilihan kecuali untuk taat patuh secara tulus kepada Tuhannya, walau apapun yang terjadi. Ini suatu teladan kehambaan yang mesti ditiru setiap orang beriman yang berjuang mengejar darjat kehambaan, merasa bahawa Allah itu Maha Agung dalam hatinya.

Dan tidak ada jalan lain untuk merasa hamba, melainkan dengan taat yang total, tanpa soal, tanpa takut-takut dan tanpa ragu kepada setiap perintah Tuhannya – seperti Ibrahim, seperti Ismail dan tidak lupa, seperti ibu Nabi Ismail, Hajar ketika ia akur ditinggalkan di tengah-tengah gurun dahulu.

Kerana itu, Allah membuat persaksian, satu pengisytiharan yang mulia dalam ayat seterusnya,
“Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.” (Al-Saffat: ayat 111)

Hebatnya pengorbanan mereka, Allah mengabadikan kisah keluarga ini - percakapannya, perlakuannya bahkan lokasinya dalam ibadah haji dan korban, serta dijadikan hari raya AidilAdha. Supaya setiap Muslim akan bercermin kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail pada setiap tahun.

Ia bukan sekadar tentang ritual ibadah atau adat berhari raya. Ini kisah kehambaan, kisah ketaatan dan kisah kecintaan kepada Allah SWT. Moga kita dapat membangun semangat dan jiwa kehambaan persis Nabi Ibrahim dan Ismail dalam hidup kita sehari-hari.

~Halwa Hati~ (click for direct link)

Thursday, November 26, 2009

Hakikat Bahagia

Akak ChooMy,
Best dapat curhat dengan akak tadi. Tiba-tiba rasa macam baru kenal akak yang sebenar. Hehe. Apalah kita ni, kata 'adik-beradik' kan? Tapi baru nak kenal diri masing-masing.

Hmm, bukan senang kan nak terus tsabat. Nak melawan arus duniawi yang sentiasa mengheret kita ke arah kebinasaan.. Kalau kita tak ada sisters kita yang sentiasa mengalirkan kekuatan pada kita.

Saya bertuah, kak, sebab saya ada akak yang sentiasa doakan saya. Saya bertuah, kak, sebab ada sisters yang sentiasa mengharapkan yang terbaik untuk saya. Doa yang tak putus-putus daripada sisters-sisters saya yang solehah wa muslehah lah yang menguatkan saya setiap hari.

Kadang-kadang saya terlupa perkara ni. Kadang-kadang saya rasa lonely (padahal saya sentiasa ada Allah!). Huhu. Itulah syaitan memang pandai mencucuk-cucuk. Siaplah syaitan, kat akhirat nanti, kita sorak ramai-ramai sebab dia masuk neraka. Moga Allah izinkan kita masuk syurga...

Saya tak tahu lah kenapa saya tiba-tiba tulis entry yang cali (ni bahasa brunei) ni, tapi saya nak akak tau satu benda yang sangat penting.. saya sangat, sangat, sangat sayannnnggggg kan akak fillah!

Kita support and doakan each other, occay? =)

Bahagia itu dari dalam diri
Kesannya zahir rupanya maknawi
Terpendam bagai permata di dasar hati

Bahagia itu ada pada hati
Bertakhta di kerajaan diri
Terbenam bagai mutiara di lautan nurani

Bahagia itu ada di jiwa
Mahkota di singgahsana rasa
Bahagia itu adalah suatu ketenangan

Bila susah tiada gelisah
Bila miskin syukur pada Tuhan
Bila sakit tiada resah di jiwa
Bukankah Tuhan telah berfirman
Ketahuilah dengan mengingati Allah
Jiwa kan menjadi tenang

Kebahagiaan itu suatu kesyukuran
Bila kaya jadi insan pemurah
Bila berkuasa amanah
Bila berjaya tidak alpa
Bila sihat tidak lupakan Tuhan

Hakikatnya bahagia itu
Adalah ketenangan
Bila hati mengingati Tuhan

Semua insan kan mengerti
Maksud terseni Ilahi
Itulah zikir yang hakiki

Wednesday, November 25, 2009

Of hope dan faith

Life, they say, is full of ups and downs. Today you are happy, tomorrow full of sorrows. The wheels of existence churning the naked truth of reality only to prove that what doesn't kill you, will only make you stronger.

The challenge that we face each day, to move forward with hope that what ever we do today will bring the best out of tomorrow.

But hope, is always like the kindling flame of a candlelight fire. Real but small, most often covered within the shadows of doubt. You can hope, but you can never be too sure.

So, how then do we survive this torment of evil thoughts? Of the fear, that hope will only make the disappointment and grief of dejection even more apparent than it would have appeared to be, amplified to a thousand degree.

To have trust. To have faith.

Say: "He is my Lord! There is no god but He!
In Him I put my trust, and to Him I shall return."

[Ar-Ra`d 13:30]



Kalau bukan padaNya, pada siapa lagi mampu disandarkan peritnya hati ini?

Bukankah ujian itu petanda bahawa tingkatan iman kita sedang diberi peluang untuk diangkat ke darjat yang lebih tinggi dari yang sebelumnya?

Takut. Tipu kalau tak takut. Siapa nak ujian susah-susah. Kalau boleh, nak hidup kat dunia ni senang-lenang goyang kaki. Mati nanti terus masuk syurga.

Tapi kalau kita menolak ujian, tak rasa ke kita macam menipu diri sendiri? Ingat senang ke nak masuk syurga? (Waaa, ganazz nye.. =P)

Sampai bila nak berada pada tahap ni? Oh, kalau Allah masih bagi peluang dengan datangnya ujian demi ujian demia ujian tak pe lagi, tapi kalau Allah terus matikan hati untuk merasai nikmatnya iman... aduh, jauhkanlah Ya Allah! Tak mauuuuu...

Langkah harus terus laju. Hati harus tekad. Keyakinan harus teguh, hanya pada Allah. Yakin bahawa apa pun yang bakal terjadi nanti, adalah yang terbaik yang telah digariskan buat diri.

"Inilah jalanku! Aku dan orang-orang yang mengikutiku
mengajak kepada Allah dengan hujjah yang nyata."
[Yusuf, 12:108]

Have complete faith. There is no turning back!

"Lets have faith that right makes might;
and in that faith let us, to the end,
dare to do our duty as we understand it."

- Abraham Lincoln

Monday, November 23, 2009

Rahmat Ujian

Dalam derita ada bahagia
Dalam gembira mungkin terselit duka
Tak siapa tahu
Tak siapa pinta ujian bertamu

Bibir mudah mengucap sabar
Tapi hatilah yang remuk menderita
Insan memandang
Mempunyai berbagai tafsiran

Segala takdir
Terimalah dengan hati yang terbuka
Walau terseksa ada hikmahnya

Harus ada rasa bersyukur
Di setiap kali ujian menjelma
Itu jelasnya membuktikan
Allah mengasihimu setiap masa
Diuji tahap keimanan
Sedangkan ramai terbiar dilalaikan
Hanya yang terpilih sahaja
Antara berjuta mendapat rahmatNya

Allah rindu mendengarkan
Rintihanmu berpanjangan
Bersyukurlah dan tabahlah menghadapi

Segala takdir
Terimalah dengan hati yang terbuka
Walau terseksa ada hikmahnya

Allah rindu mendengarkan
Rintihanmu berpanjangan
Bersyukurlah dan tabahlah menghadapi
Segala ujian diberi
Maka bersyukurlah selalu


*Sedang mencari ilham untuk menulis. Writer's block for the past few weeks. Asyik copy-paste je. Hoho. Doakan! Ayuh terus mujahadah.

Saturday, November 21, 2009

Milik siapa hati ini... Allah!



Wahai Bakal Suamiku,

Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku ini untuk memilih berlian sedangkan aku hanya sebutir pasir yang wujud di mana-mana. Tetapi aku juga punyai keinginan seperti gadis lain, dilamar lelaki yang bakal dinobat sebagai ahli syurga, memimpinku ke arah tuju yang satu. Tidak perlu kau memiliki wajah seindah Nabi Yusuf A.S yang mampu mendebarkan jutaan gadis untuk membuatku terpikat. Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Luh Mahfuz, Allah pasti mencampakkan rasa kasih di dalam hatiku, jua hatimu. Itu janji Allah. Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan kau zahirkan perasaanmu itu kepadaku kerana kau masih tidak mempunyai hak untuk berbuat begitu. Juga jangan kau lampaui batasan yang telah ditetapkan syara’. Aku takut perlakuanmu itu akan memberi impak yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak. Permintaanku tidak banyak, cukuplah dirimu yang diinfak seluruhnya pada mencari redha Ilahi.

Aku akan berasa amat bertuah andai dapat menjadi tiang seri ataupun sandaran perjuanganmu. Bahkan aku amat bersyukur pada Ilahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, menghulurkan tanganku untuk berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu. Akan aku kesat darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itulah impianku. Aku pasti berendam airmata darah andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu padaku. Bukan itu yang aku impikan. Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu. Kerana dengan mencintai Allah kau akan mencintaiku kerana-Nya. Cinta itu lebih abadi dari cinta insan biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga.

Aku juga tidak ingin dilimpahi kemewahan dunia. Cukuplah dengan kesenangan yang telah diberikan ibubapaku dulu. Apa guna kau menimbun harta untuk kemudahanku sekiranya harta itu membuatkan kau lupa pada tanggungjawabmu terhadap agamamu. Aku tidak akan sekali-kali bahagia melihatmu begitu. Biarlah kita hidup di bawah jaminan Allah sepenuhnya. Itu lebih bermakna bagiku.

Dariku,

Bakal isterimu

(Extracted from www.iluvislam.com)



"...In Him I place my trust,
and all those who trust should trust in Him alone.”
[12:67]


Friday, November 13, 2009

Blog

Salam,

I would like to share my other blog with everyone - Islam Is Beautiful. It has actually been started since 2007 but rarely updated. Now, insyaAllah I will try to update it frequently. I will be posting spiritual stuff that has touched my heart there. Most of it might be articles or blog entries written by other people. Occasionally when it strikes me, I might write something myself, if I haven't already posted it here. Hehe. Do have a look if you're up to some enlightenment of the soul! ;)

Yours truly.

Monday, November 09, 2009

Kekuatan itu dari Allah!


MusicPlaylist
Music Playlist at MixPod.com



Segala puji bagi Allah yang telah memberi petunjuk dan hidayah kepada kita, yang telah mencurahkan nikmat-nikmat agung tanpa henti setiap hari malah setiap saat untuk kita, yang tidak pernah merungut dan menghantar halilintar atas dosa-dosa dan kelalaian kita, yang tanpa penat atau lelah terus menerus mendokong awan nan biru di pundak langit tanpa sedetik pun ia jatuh ke bumi.

Wahai Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang!
Wahai Yang Maha Pengampun, Maha Mengasihani!

Apabila jiwa yang kotor kian hanyut dalam noda-noda kealpaan, apabila diri merasa betapa tidak layaknya kaki berpijak di bumi Tuhan, apabila hati meronta-ronta untuk melepaskan diri dari cengkaman zulumat jahiliyah, namun kekuatan itu seolah-olah satu perkara asing yang terlalu sukar untuk digapai, apabila ruh terasa bagai kehilangan hakikat keimanan...

Ingin sekali berlari pulang kepangkuan Sang Kekasih. Ingin sekali merasakan diri dalam dakapanNya, erat yang mampu meleraikan segala kekusutan jiwa.

Tapi.. layakkah? Mahukah Si Dia menerima ku kembali?

Allah…
Inginku hentikan langkah ini,
Bagaikan tak mampu untuk ku bertahan,
Semangat tenggelam,
Lemah daya,
Haruskah aku mengalah,
Namun jiwaku berbisik,
Inilah dugaan.

Dan seketika, segerombolan panglima-panglima iblis seolah-olah bersorak keriangan kerana berjaya melunturkan semangat seorang pejuang barisan mujahid Islam.

Sekali-kali tidak!

Sesungguhnya, Allah adalah Rabb sekalian alam dan tiada kuasa yang dapat menandingi kuasaNya. Tiada kehendak yang mampu melawan kehendakNya. Maka, tewaslah sekali lagi iblis-iblis tersebut buat kesekalian kalinya.

Allah…
Pimpinlah diriku,
Tuk bangkit semula,
Meneruskan langkah,
Perjuangan ini,
Cekalkan hati dan semangatku,
Kurniakan ketabahan,
Agar mimpi jadi nyata,
PadaMu ku meminta.

Kalau bukan padaNya, pada siapa lagi hati ini harus merintih meraih kekuatan dan kasih? For if He forsake you, NO ONE can help you.

Daku mohon agung kudratMu,
wahai Tuhan yang satu,
segalanya dariMu.

"Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, 'Sungguh, aku termasuk dalam orang-orang Muslim (yang berserah diri)'. Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia. Dan (sifat-sifat yang baik itu) tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar, dan tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar."
Al-Fushshilat (41:33-35)

Sunday, November 08, 2009

Lillahitaala.

I have to find back my beginning.
I have to find it so I can make a difference.
Not for myself, but for those I love.
For humanity.
Self-pity is never an option.
Because of Allah.

~Finding strength~

Daei tak sepatutnya terlampau beremosi!

At this moment, I am sitting in the storeroom (where the public PC of our home is located) anxiously waiting for the parliament of 4/5E to agree upon a conclusive affirmation of the right course of action.

It is surprisingly an oxymoronic state of confusion to me frankly. You are given one life and the choices to choose from as to what kind of life you want to lead. But somehow your life is decided by others who will not only NOT live it for you, they might also have already gone to the next world by the time you are only half way embarking on it.

It is alright if it turns out that they choices were right. But if it doesn't, well don't blame me if I start blaming them!

O Allah forgive me for my emotional outburst. I am only a girl, and a girl is sometimes allowed to have some say in her future if not at all, no?

Sorry for this nuisance of an entry. I'll post a better entry next time around.

People, do pray for the best for me.

Wednesday, November 04, 2009

Langkah Tercipta

Semalam aku kelukaan,
kecewa kehampaan,
mencalar ketabahan,
mimpi yang sering ku harapkan,
menjadi kenyataan,
namun tak kesampaian.

Allah…
Inginku hentikan langkah ini,
bagaikan tak mampu untuk ku bertahan,
semangat tenggelam,
lemah daya,
haruskah aku mengalah,
namun jiwaku berbisik,
inilah dugaan.

Dan langkahku kini terbuka,
pada hikmah dugaan,
uji keimanan (menguji keimanan),
tak dilontarkanNya ujian,
di luar kekuatan,
setiap diri insan.

Allah…
Pimpinlah diriku,
tuk bangkit semula,
meneruskan langkah,
perjuangan ini,
cekalkan hati dan semangatku,
kurniakan ketabahan,
agar mimpi jadi nyata,
padaMu ku meminta.

Daku mohon agung kudratMu,
wahai Tuhan yang satu,
segalanya dariMu.

Tuesday, November 03, 2009

In search of the person I lost along the way

Sometimes you plan and you expect so many things to happen. And you hope and you pray that what you wish for will come true. Sometimes you think you are doing the right thing, but in the end you were blinded by the fact that the devil never fails to seduce you into the world of sins with you thinking that it is just mere temptations.

What am I babbling about?

Hasbunallah wa nikmal wakeel.

To Allah, the Lord of All, I succumb my whole life to. No one knows better.

Sunday, October 25, 2009

Thursday, October 22, 2009

In desperation


Please O Allah.
Give me strength, patience and conscience.
Show me what is true and best for my Deen.

(Si mata bengkak)

Wednesday, October 21, 2009

Purify the heart


A young couple moves into a new neighborhood. The next morning while they are eating breakfast, the young woman sees her neighbor hanging the wash outside.

“That laundry is not very clean”, she said. “She doesn’t know how to wash correctly. Perhaps she needs better laundry soap”

Her husband looked on, but remained silent. Every time her neighbour would hang her wash to dry, the young woman would make the same comments.

About one month later, the woman was surprised to see a nice clean wash on the line and said to her husband: “Look, she has learned how to wash correctly. I wonder who taught her this?”

The husband said, “I got up early this morning and cleaned our windows.”

And so it is with life. What we see when watching others.. depends on the purity of the window (our heart) through which we look.

*********

Hadith 6 (in Forty Hadiths of Imam Nawawi):


On the authority of Abu 'Abdullah al-Nu'man bin Bashir, radiyallahu 'anhu, who said: I heard the Messenger of Allah, sallallahu 'alayhi wasallam, say:

"Truly, what is lawful (Halal) is evident, and what is unlawful (Haraam) is evident, and in between the two are matters which are doubtful which many people do not know. He who guards against doubtful things keeps his religion and honour blameless, and he who indulges in doubtful things indulges in fact in unlawful things, just as a shepherd who pastures his flock round a preserve will soon pasture them in it. Beware, every king has a preserve, and the things Allah has declared unlawful are His preserves. Beware, in the body there is a flesh; if it is sound, the whole body is sound, and if it is corrupt, the whole body is corrupt, and behold, it is the heart."

[Al-Bukhari & Muslim]

Wallahua'lam.

- Copied from Solace

Tuesday, October 20, 2009

In retrospect

Ingatlah di mana saja kamu berada..
Kamu tetap memijak bumi Tuhan...
Dan dibumbungi dengan langit Tuhan..
Serta menikmati rezeki Tuhan..

“Maka nikmat Tuhan mu yang mana
lagikah yang akan engkau dustakan?"
Surah Ar-Rahman


Monday, October 19, 2009

Kat akhirat nanti... nak jawab apa?!

Hati saya tersentuh dengan cahaya hidayah hari ini.
Terima kasih Allah!

Jalan dakwah ini tidak ditaburi bunga-bunga mawar di atas karpet merah, jalan ini penuh dengan liku-liku nan berduri yang panjang dan penuh lelah.

Memang lebih mudah untuk memilih yang mudah, tapi di akhirat kelak depan Allah, nak jawab apa?

"Aku tak mampu... aku takut apa orang lain fikir... aku tak layak... aku nak kumpul harta, naik pangkat, jadi kaya dahulu, baru orang nak dengar..."

Sekarang boleh la kita bagi alasan-alasan tu, tapi bila bertemu dengan Yang Maha Mengetahui nanti, kita nak tipu ke? No, let me rephrase that.. kita BOLEH tipu Dia ke? Sedangkan sehelai daun yang gugur dan seekor semut hitam di atas batu hitam pun Dia tahu dan nampak, inikan pula apa yang kita buat setiap hari. Berani ke nak bagi alasan depan Allah nanti?

Bukan belajar tinggi, degree hebat, rumah besar, kereta mewah, suami kaya atau anak ramai dan pandai yang menjadi sebab kita masuk syurga kelak... tapi keimanan dan jihad yang tinggi menyebarkan yang haq!

Mengapa manusia tidak mahu berfikir?

"Dan jika kamu tidak berangkat (untukberjihad), nescaya Allah akan Menghukum kamu dengan azab yang pedih dan Menggantikan kamu dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan merugikanNya sedikit pun. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (At-Taubah 9:39)

Sunday, October 11, 2009

Praying.

"Ya Allah, ampunilah kami.. teguhkanlah iman kami.. lindungilah kami dari syaitan serta kezaliman diri kami sendiri."

Saturday, October 10, 2009

My not-so-little-anymore sister

Who am I?

A Muslim is all the answer I could find. These days, I find myself asking that question a lot. But I wonder if I'm really one you know, a Muslim I mean. I know I, er... mengucap dua kalimah syahadah and all.. But... I don't know. Whatever... someday, somehow... I'll know the answer... but what I really wanna talk about is... my friends. What kind of friends should I ... be friends with? Coz if you talk about 'kinds' meaning there are many types rite? In my opinion, it's nothing about looks... a little about brains and a lot about religion. It’s not that I don't want to be friends with a Buddhist or anything... I mean between Muslim... girls. There's this friend of mine... friends actually. They’re kind of a group. And they're all... what we call... free hair. I've never advised them to not be free hair-ers coz they're not particularly close friends of mine. So I get nervous when I wanna advise them... haha...pathetic rite? So all I can do is pray for them to change. Insha - Allah. But I also have a close friend who’s a free hair and tried to advise her but she said she don't want to or can't or whatever coz she wants to follow the women in her family who are also free hair-ers. I tried telling her the azab for not wearing the hijab and that its useless for following your family who are wrong doers but she didn’t listen. Said she was to embarrassed or something. So I told her to stand up for herself as a Muslim. Unfortunately, she's still being stubborn. And I'm really worried coz she's my really close friend. And I don’t want her to be punished by God. So I don't know what to do anymore besides praying to Allah that someday she'll change. But I sure wish that I can do more than just praying coz she's... important and I wish for her happiness and trust me, following God’s orders will make you happy unlike the opposite. So anyone has any idea what I should do? Tell me if you do. Bye. Oh and don't think I'm weird for telling you this coz you know, I'm still a high school student, so I ran into this situation once in a while. Not to mention I just started high school. Well, not really started but... it's only been 9 months and a half since I started. So I still need guidance.Haha..

***

You know who wrote that? My youngest sister, Atiqah. She just turned 13 about 2 months ago. I smiled reading this recent entry. And sis, if you're reading this - I'M SOOOO PROUD OF YOU! =)

To those Muslim adults who think and claim that they know everything and that they are in charge just because they are adults, perhaps you can learn something from this little girl.

This girl is in search of truth and Allah will guide her to that. And as a teenager, at a time when she is still finding her place int this world she is already doing her purpose in life even is she doesn't really understand about it yet - calling people to Allah and to truth.

Kita kadang-kadang hanyut dalam arus duniawi sehingga kita lupa hakikat kehidupan kita sebenarnya. Who are we? What are we doing here? Why are we sent here? What is the purpose of our creation?

To Atiqah - May you grow up to be a Muslim first above all things, may you become a daei in its truest sense, may you never loose your way in the quest of seraching for truth and may you be in Allah's guidance always and forever. Amin.

I LOVE YOU because of Allah.


"So I told her to stand up for herself as a Muslim."